PT Perkebunan Nusantara VI membuka Kerjasama Pasokan TBS untuk PKS Bunut minimal 2.000 ton TBS/ bulan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Guruh Dermawan Putra (0812 6320 808)

#COVIDSAFEBUMN

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari komponen bangsa yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia pada khususnya dan berpengaruh terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya, wajib berperan serta bersama-sama dengan Pemerintah dan masyarakat dalam upaya mengakselerasi penanggulangan pandemik COVID-19, terutama dalam hal mengimplementasikan dan mendorong budaya menjaga kesehatan pada masyarakat

img
#BUMNuntukIndonesia
">

#COVIDSAFEBUMN

Sebagai langkah konkret dalam mewujudkan kontribusi BUMN dalam penanggulangan pandemik COVID-19, Menteri BUMN melalui surat nomor S-336/MBU/05/2020 tanggal 15 Mei 2020 telah meminta kepada seluruh BUMN agar melakukan antisipasi dini dalam kemungkinan menghadapi skenario The New Normal, terutama dalam bentuk dukungan terhadap langkah-langkah strategis yang akan dilakukan oleh Pemerintah.

img
#BUMNuntukIndonesia
">

#COVIDSAFEBUMN

Mengkampanyekan gerakan optimisme dalam menghadapi The New Normal, melalui penggunaan hastag #CovidSafeBUMN pada setiap momentum/media yang relevan, dengan tetap menjaga kedisiplinan dalam penerapan Protokol Penanganan COVID-19.

img
#BUMNuntukIndonesia
ABOUT US

PT Perkebunan Nusantara VI

PTPN VI memiliki 14 (empat belas) Unit Usaha, 8 (delapan) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas keseluruhan 305 ton TBS per jam, 1 (satu) pabrik karet remah (CRF) dengan kapasitas pengolahan 20 ton karet kering per hari, 2 (dua) pabrik teh dengan kapasitas pengolahan 125 ton daun basah per hari, dan 2 (dua) unit mesin teh celup dengan kapasitas 1 (satu) mesin teh celup 150 kotak per jam atau 2,5 kotak per menit. Bahan baku pengolahan pabrik, selain diperoleh dari hasil panen perkebunan sendiri, perusahaan juga membeli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, Bahan Olah Karet (Bokar), dan pucuk daun teh dari petani pekebun di sekitar lokasi keberadaan perusahaan.

Sebagai realisasi dari upaya perluasan areal, PTPN VI saat ini memiliki anak perusahaan, yaitu : PT. Bukit Kausar PT. Alam Lestari Nusantara PT. Mendahara Agrojaya Industri

img
All Product
Special Royal Aro
NEWS UPDATE

Berita Terkini

IT PTPN6
Senin : 06 Juli 2020
sekper pn6
Jumat : 03 Juli 2020
sekper pn6
Rabu : 01 Juli 2020
sekper pn6
Rabu : 01 Juli 2020
sekper pn6
Rabu : 01 Juli 2020
Our Business

Bisnis Kami

01
Minyak Sawit

Minyak sawit adalah minyak nabati yang berasal dari ekstrak dari daging buah berondolan buah sawit. PTPN VI dalam pengolahan TBS di PKS-nya ingin menghasilkan kualitas CPO terbaik dengan ALB 3,5; Kadar Air 0,15; dan Kadar Kotoran 0,020. Produksi Minyak Sawit PTPN VI pada Tahun 2019 sebanyak 122.217.883 kg (122.217 Ton)..

02
Inti Sawit

Inti sawit merupakan produk sampingan dari minyak sawit, yang berasal dari biji atau bunkil dari buah sawit yang mengandung minyak. PTPN VI telah menjual Inti Sawit dengan standar ALB <1; Kadar Air max. 6; dan Kadar Kotoran Max. 7. Produksi Inti Sawit PTPN VI pada Tahun 2019 sebanyak 18.433.078 kg (18.433 Ton).

03
T e h

PTPN VI memiliki 2 (dua) Unit Pabrik Teh masing-masing di Unit Usaha Kayu Aro (Jambi) kapasitas 90 Ton Daun Basah per hari dan Unit Usaha Danau Kembar (Sumatera Barat) kapasitas 35 Ton Daun Basah per Hari. Produksi Daun Teh Basah pada Tahun 2019 sebanyak 24.806.740 kg (24.806 Ton). PTPN VI terus-menerus melakukan perbaikan pada proses pengolahan untuk mendapatkan the special berkualitas tinggi yang konsisten dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan meningkatkan penerimaan mutu pucuk menjadi 60%. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang maksimum dalam pengolahan teh, PTPN VI secara berkelanjutan berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas.

04
K o p i

Sejak Tahun 2014, Direksi memutuskan untuk mengkonversi 500 Ha Tanaman Teh menjadi Tanaman Kopi Arabica. Hal ini disebabkan pertimbangan tingginya permintaan terhadap Kopi Arabica yang sangat cocok di budidayakan di areal Unit Usaha Kayu Aro serta komoditi teh yang terus tertekan dalam persaingan dengan Teh dari Kenya dan Vietnam. Pada Tahun 2019, produksi kopi basah PTPN VI sebanyak 88.954 kg.

img
img
img
img